SELINGKUH – Nikmat Yang Terlaknat

Img00155

Menurut Abu al-Ghifari, perselingkuhan terjadi disebabkan beberapa hal:

  1. Ada Peluang dan Kesempatan
    Adanya peluang bertemu terus-menerus dengan seseorang yang bukan muhrim, dapat membuat pertemuan tersebut berubah menjadi pertemuan "ekslusif". Sehingga hal ini perlu diperhatikan sedari dini.

  2. Konflik Dengan Istri atau Suami
    Kran kebebasan berekspresi bagi para perempuan rupanya memberikan peluang bagi mereka untuk bertindak sesukanya. Sesuatu yang dulu menjadi "wilayah kaum laki-laki" kini juga dimiliki oleh kaum perempuan. Hubungan yang kurang harmonis antara pasutri yang tidak diungkapkan dengan segera, dapat berbuah pertengkaran hebat. Hubungan tidak lagi tenteram, akibatnya memilih "ketentraman" di luar rumah. Untuk itu, Islam sangat menekankan agar pasutri saling memberikan pelayanan sebaik-baiknya.

  3. Seks Yang Tidak Terpuaskan
    Meski seks bukan segalanya dalam hubungan pasutri, namun apabila hal tersebut terjadi, hubungan dapat terganggu. Sebab seks merupakan ekspresi cinta keduanya, maka sebaiknya segera dikomunikasikan jika terdapati hal yang mengganggu.

  4. Iman Yang Hampa
    Kosngnya iman adalah penyebab dari perilaku buruk, maka tidak mungkin seorang beriman melakukan perbuatan buruk, dalam hal ini BERSELINGKUH.

  5. Suami Otoriter / Istri Sok Kuasa
    Suami maupun istri, tidak boleh merasa paling segala-galanya, sebab bangunan rumah tangga bukan milik suami atau istri seorang. Keduanya harus merasa bertanggung jawab terhadap keharmonisan rumah tangga, agar dapat saling bahu-membahu mempertahankannya.

  6. Suami Ringan Tangan
    Akan hal ini Al Qur'an menjawabnya: "Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka dengan hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji secara nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak" (an-Nissa: 19).

  7. Suami/Istri Tidak Memberikan Penghargaan (Apresiasi)
    Saling memberikan perhatian, jauh lebih baik daripada hanya berdiam diri dan pelit memberikan pujian pada pasangan kita. Hubungan akan senantiasa hidup dan berirama.

  8. Adanya Campur Tangan (Intervensi)
    Campur tangan pihak ketiga, baik itu dari orang tua, mertua, saudara atau siapa saja yang berlebihan, akan mengakibatkan hubungan pasutri tertekan. Padahal pasutri memiliki kehidupan yang otonom. Orang tua sekalipun, tidak berhak ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka. Pasutri sebaiknya memusyawarahkan hal ini berdua.

Tidak berlebih rasanya, bila dengan merenungi, menyimak dan mengenal sebab-sebab perselingkuhan dalam pandangan Abu al-Ghifari diatas, problematika Rumah Tangga (perselingkuhan) yang senantiasa mengintai pasutri dapat diselesaikan. Wallahu A'lam bi al-Shawab.

note: poto diatas adalah bukti kesetian sang kucing yang rela menunggui sang juragan menyelesaikan postingan ini
-gp-
Sent from my BlackBerry?? smartphone from Curve 8320
http://linkbee.com/F2LK1 | http://linkbee.com/F2LK8

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s